
Efesus 4:11-16 menyatakan bahwa Kristus telah naik ke Sorga dan kebangkitan-Nya telah mengaruniakan kepada gereja-Nya karunia pelayanan jawatan: yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar.
Tidak ada satu ayatpun dalam Firman Tuhan yang mengindikasikan bahwa ada salah satu atau lebih dari pelayanan lima jawatan tersebut yang ditarik, dibebastugaskan atau disingkirkan dari pelayanan mereka kepada gereja Tuhan. Hal ini disebabkan oleh karena pelayanan lima jawatan merupakan wakil, manifestasi dan wujud pelayanan Kristus sendiri yang terus akan berlanjut sampai setiap anggota Tubuh Kristus menjadi dewasa penuh. Karena keberadaan pelayanan lima jawatan akan melengkapi seluruh anggota Tubuh Kristus dalam pelayanan mereka supaya seluruh Tubuh dibangun dan dimatangkan, mencapai kesatuan iman, menerima pengetahuan yang benar tentang Anak Allah serta mengalami kepenuhan Kristus.
Kelima pelayanan jawatan tersebut seharusnyalah berfungsi secara penuh dan sama (fully and equally) di dalam gereja Tuhan. Tanpa kelima pelayanan jawatan maka gereja tidak mungkin mencapai kesempurnaan dan kedewasaannya.
Karunia pelayanan lima jawatan seharusnya tidak lagi menjadi sebuah saluran distribusi sumber-sumber bagi anggotanya melainkan melengkapi dan memberdayakan anggotanya untuk menjadi sumber-sumber. Panggilan Alkitabiah seorang rasul, nabi, gembala, guru atau penginjil semestinya tidak untuk merampas seluruh pelayanan tetapi untuk melatih dan melengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan. Buah yang benar bagi seorang penginjil bukan saja petobat-petobat baru tetapi seharusnya menghasilkan penginjil-penginjil yang lain.
Sebenarnya pelayanan lima jawatan adalah trainer-trainer bukan demonstrator-demonstrator tetapi kenyataannya rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, guru-guru dan gembala-gembala hari ini bergerak sangat cepat, terus menerus bekerja melampaui batas dan di bawah tekanan, diperbudak jadwal serta sulit didekati maupun mendekati yang lain. Mereka cenderung mengajar daripada melatih bagaimana untuk mengajar, cenderung hanya menginjil daripada melengkapi orang-orang untuk menjadi penginjil kemudian pergi tanpa meninggalkan dan menghasilkan murid-murid di belakang mereka. Inilah yang membuat proses multiplikasi pelayanan lima jawatan menjadi terkendala.
Akibat yang lainnya adalah menciptakan kasta imam dan kaum awam yang pada akhirnya gagal menyiapkan umat Allah untuk mengerjakan pelayanan mereka.
Gereja Tuhan perlu mengenali dan membangkitkan pelayanan kerasulan yang memberikan kestabilan dan keseimbangan, pelayanan kenabian yang memberikan visi dan pewahyuan dari Allah, pelayan penginjilan yang membawa orang-orang menemukan Yesus, Pelayan penggembalaan yang peduli kepada hubungan-hubungan dan pertumbuhan ke dalam serta pelayanan pengajaran yang memaparkan detail-detail kebenaran.
Selama lima dekade terakhir ini Roh Kudus sedang menetapkan dan memulihkan kembali secara berturut-turut kelima pelayanan jawatan. Pelayanan jawatan penginjilan mulai dipulihkan dan ditetapkan kembali pada dekade 1950-an. Kemudian jawatan gembala pada tahun 1960, lalu tahun 1970-an untuk pelayanan jawatan pengajar, yang keempat pelayanan jawatan nabi yaitu di tahun 1980-an dan yang terakhir jawatan kerasulan pada dekade 1990-an.
Sewajarnyalah gereja Tuhan hari ini membuka diri untuk menerima dan mengalami pekerjaan Roh Allah tersebut untuk membawa gereja-Nya kepada kedewasaan penuh (fullness of Christ). Untuk maksud itulah pada masa sekarang ini pengenalan, pendalaman dan pelatihan lima jawatan dilakukan.
CIRI-CIRI KARUNIA PELAYANAN LIMA JAWATAN
GEMBALA (seringkali digambarkan sebagai Jari Manis)
Seorang gembala adalah seseorang yang mencintai dan menciptakan atmosfir kekeluargaan. Bagi dia persekutuan adalah hal yang sangat penting. Itulah yang menyebabkan dia sangat tertarik kepada keadaan rohani domba-domba. Gembala cenderung tertarik untuk setiap detail keadaan dombanya sehingga cenderung kehilangan gambaran besarnya. Hal ini disebabkan dia “hilang” dalam persekutuan dan hubungan-hubungan (lost in the relationship). Motto dari gembala: persekutuan adalah segalanya. Gembala berfokus pada hubungannya dengan Allah dan memenangkan hubungan-hubungan dengan sesama serta menolong yang lain untuk berfungsi dalam hubungan-hubungan tersebut. Biasanya dia suka mengkonseling orang-orang, mendengarkan dengan baik, berempati kepada orang-orang yang terluka serta bersama orang-orang ketika mereka ada dalam masalah. Hati seorang gembala adalah menolong orang lain.
NABI (seringkali digambarkan sebagai Jari Telunjuk)
Nabi adalah orang yang masuk kepada tahta Allah, mendengar suara Allah dan melihat visi-visi. Daripada tertarik dengan orang-orang maka nabi lebih tertarik kepada suara Allah untuk situasi-situasi tertentu. Seringkali seorang nabi memiliki kepribadian yang rumit dan tidak teratur (disorganized). Kepribadian seorang nabi berlandaskan kepada kreatifitas, sensitif kepada harmonisasi dan ketepatan waktu. Nabi akan sungguh-sungguh bertanya mencari dan menyelidiki segala sesuatu dari pandangan Allah. Motto nabi dalam pelayanannya adalah visi. Biasanya pelayanan kenabian selalu memberikan inspirasi kepada orang lain yang sangat kreatif. Dia mempunyai kemampuan unik untuk melihat dan mendengar wahyu-wahyu supranatural yang biasanya orang-orang lain tidak lihat dan dengar. Wahyu-wahyu supranatural itu memang perlu melalui sebuah proses penafsiran dan penerangan-penerangan yang sehat termasuk aplikasi-aplikasinya di dalam gereja. Seringkali dia menemukan dirinya berbeda dengan sekelilingnya, sangat menentang kondisi statis, dan melihat inti sebuah masalah secara tajam.
RASUL (seringkali digambarkan sebagai Ibu Jari)
Pada umumnya rasul punya kemampuan melihat gambaran besar dan mempelajari peta keseluruhannya. Oleh karena itu hati seorang rasul adalah keseluruhan. Kata kunci mereka adalah strategi, dan detak jantungnya adalah misi. Dia ingin melihat rencana Allah digenapi bagi bangsa-bangsa. Ciri-ciri tersebut membuat rasul kelihatan sangat mirip dengan jenderal dalam sebuah peperangan yang membawa tanggung jawab serta beban utama untuk membawa pasukannya. Kemampuan lain yang biasa dimiliki rasul adalah penemuan yang dapat menciptakan sesuatu “dari yang tidak ada”. Dia seorang yang memiliki talenta sebagai problem-solver dan mengenal keadaan. Pelayanan kerasulan adalah pelayanan yang membangun. Orang-orang yang dikaruniai pelayanan kerasulan dapat melihat hal-hal yang perlu dikerjakan dan mengarahkan orang lain untuk menyelesaikannya secara efektif. Kata “rasul” ditulis 22 kali dalam Perjanjian Baru yang lebih bermakna sebagai bapak rohani (spiritual father) yang memperhatikan tanggung jawab terakhir.
PENGAJAR (seringkali digambarkan sebagai Jari Kelingking)
Hati seorang pengajar adalah kebenaran. Guru sangat tertarik kepada hal kualitas dalam detail-detail lebih daripada gambaran besarnya. Orang-orang yang ada dalam pelayanan pengajaran/guru biasanya mempunyai ciri senang menemukan sesuatu, masuk di dalam kegiatan riset, mencabut keluar fakta-fakta yang tersembunyi, senang mengajar, sangat teratur, menganalisa sesuatu dan mempunyai sense yang terbaik terhadap kata. Mimpi hidupnya adalah merindukan generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik dari generasi hari ini. Dia butuh mengenal segala sesuatu secara tepat. Dia sering disebut juga manusia catatan kaki (footnote person) yang memiliki gairah untuk mengajar dengan kemampuannya melengkapi orang percaya untuk mengajar yang lain juga. Fungsi pelayanan pengajaran adalah mengembangkan hikmat dan pengetahuan akan Allah dalam jemaat serta menjaga jemaat supaya tidak diombang-ambingkan berbagai macam angin pengajaran.
PENGINJIL (seringkali digambarkan sebagai Jari Tengah)
Yuangelitso = menginjili
Keruso = memproklamasikan
Pelayanan jawatan penginjilan memiliki tujuan dan gairah agar orang-orang menemukan Yesus. Pelayanan tersebut memperkenalkan sebuah “fokus keluar” yang sehat kepada gereja dan terlibat di dalam memuridkan orang-orang percaya yang baru masuk kepada kematangan dan memenuhi orang-orang itu dengan berita baik. Secara Alkitabiah penginjil tidak memimpin kepada perluasan gereja tetapi berpartnership dengan pelayanan kenabian dan kerasulan yang membawa tanggung jawab utama meletakkan dasar bagi gereja.
Hati seorang penginjil adalah penuaian. Dia dikaruniai kemampuan untuk pergi dan menembus daerah-daerah baru serta memenangkan jiwa-jiwa. (JONATHAN PATTIASINA)
Tidak ada satu ayatpun dalam Firman Tuhan yang mengindikasikan bahwa ada salah satu atau lebih dari pelayanan lima jawatan tersebut yang ditarik, dibebastugaskan atau disingkirkan dari pelayanan mereka kepada gereja Tuhan. Hal ini disebabkan oleh karena pelayanan lima jawatan merupakan wakil, manifestasi dan wujud pelayanan Kristus sendiri yang terus akan berlanjut sampai setiap anggota Tubuh Kristus menjadi dewasa penuh. Karena keberadaan pelayanan lima jawatan akan melengkapi seluruh anggota Tubuh Kristus dalam pelayanan mereka supaya seluruh Tubuh dibangun dan dimatangkan, mencapai kesatuan iman, menerima pengetahuan yang benar tentang Anak Allah serta mengalami kepenuhan Kristus.
Kelima pelayanan jawatan tersebut seharusnyalah berfungsi secara penuh dan sama (fully and equally) di dalam gereja Tuhan. Tanpa kelima pelayanan jawatan maka gereja tidak mungkin mencapai kesempurnaan dan kedewasaannya.
Karunia pelayanan lima jawatan seharusnya tidak lagi menjadi sebuah saluran distribusi sumber-sumber bagi anggotanya melainkan melengkapi dan memberdayakan anggotanya untuk menjadi sumber-sumber. Panggilan Alkitabiah seorang rasul, nabi, gembala, guru atau penginjil semestinya tidak untuk merampas seluruh pelayanan tetapi untuk melatih dan melengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan. Buah yang benar bagi seorang penginjil bukan saja petobat-petobat baru tetapi seharusnya menghasilkan penginjil-penginjil yang lain.
Sebenarnya pelayanan lima jawatan adalah trainer-trainer bukan demonstrator-demonstrator tetapi kenyataannya rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, guru-guru dan gembala-gembala hari ini bergerak sangat cepat, terus menerus bekerja melampaui batas dan di bawah tekanan, diperbudak jadwal serta sulit didekati maupun mendekati yang lain. Mereka cenderung mengajar daripada melatih bagaimana untuk mengajar, cenderung hanya menginjil daripada melengkapi orang-orang untuk menjadi penginjil kemudian pergi tanpa meninggalkan dan menghasilkan murid-murid di belakang mereka. Inilah yang membuat proses multiplikasi pelayanan lima jawatan menjadi terkendala.
Akibat yang lainnya adalah menciptakan kasta imam dan kaum awam yang pada akhirnya gagal menyiapkan umat Allah untuk mengerjakan pelayanan mereka.
Gereja Tuhan perlu mengenali dan membangkitkan pelayanan kerasulan yang memberikan kestabilan dan keseimbangan, pelayanan kenabian yang memberikan visi dan pewahyuan dari Allah, pelayan penginjilan yang membawa orang-orang menemukan Yesus, Pelayan penggembalaan yang peduli kepada hubungan-hubungan dan pertumbuhan ke dalam serta pelayanan pengajaran yang memaparkan detail-detail kebenaran.
Selama lima dekade terakhir ini Roh Kudus sedang menetapkan dan memulihkan kembali secara berturut-turut kelima pelayanan jawatan. Pelayanan jawatan penginjilan mulai dipulihkan dan ditetapkan kembali pada dekade 1950-an. Kemudian jawatan gembala pada tahun 1960, lalu tahun 1970-an untuk pelayanan jawatan pengajar, yang keempat pelayanan jawatan nabi yaitu di tahun 1980-an dan yang terakhir jawatan kerasulan pada dekade 1990-an.
Sewajarnyalah gereja Tuhan hari ini membuka diri untuk menerima dan mengalami pekerjaan Roh Allah tersebut untuk membawa gereja-Nya kepada kedewasaan penuh (fullness of Christ). Untuk maksud itulah pada masa sekarang ini pengenalan, pendalaman dan pelatihan lima jawatan dilakukan.
CIRI-CIRI KARUNIA PELAYANAN LIMA JAWATAN
GEMBALA (seringkali digambarkan sebagai Jari Manis)
Seorang gembala adalah seseorang yang mencintai dan menciptakan atmosfir kekeluargaan. Bagi dia persekutuan adalah hal yang sangat penting. Itulah yang menyebabkan dia sangat tertarik kepada keadaan rohani domba-domba. Gembala cenderung tertarik untuk setiap detail keadaan dombanya sehingga cenderung kehilangan gambaran besarnya. Hal ini disebabkan dia “hilang” dalam persekutuan dan hubungan-hubungan (lost in the relationship). Motto dari gembala: persekutuan adalah segalanya. Gembala berfokus pada hubungannya dengan Allah dan memenangkan hubungan-hubungan dengan sesama serta menolong yang lain untuk berfungsi dalam hubungan-hubungan tersebut. Biasanya dia suka mengkonseling orang-orang, mendengarkan dengan baik, berempati kepada orang-orang yang terluka serta bersama orang-orang ketika mereka ada dalam masalah. Hati seorang gembala adalah menolong orang lain.
NABI (seringkali digambarkan sebagai Jari Telunjuk)
Nabi adalah orang yang masuk kepada tahta Allah, mendengar suara Allah dan melihat visi-visi. Daripada tertarik dengan orang-orang maka nabi lebih tertarik kepada suara Allah untuk situasi-situasi tertentu. Seringkali seorang nabi memiliki kepribadian yang rumit dan tidak teratur (disorganized). Kepribadian seorang nabi berlandaskan kepada kreatifitas, sensitif kepada harmonisasi dan ketepatan waktu. Nabi akan sungguh-sungguh bertanya mencari dan menyelidiki segala sesuatu dari pandangan Allah. Motto nabi dalam pelayanannya adalah visi. Biasanya pelayanan kenabian selalu memberikan inspirasi kepada orang lain yang sangat kreatif. Dia mempunyai kemampuan unik untuk melihat dan mendengar wahyu-wahyu supranatural yang biasanya orang-orang lain tidak lihat dan dengar. Wahyu-wahyu supranatural itu memang perlu melalui sebuah proses penafsiran dan penerangan-penerangan yang sehat termasuk aplikasi-aplikasinya di dalam gereja. Seringkali dia menemukan dirinya berbeda dengan sekelilingnya, sangat menentang kondisi statis, dan melihat inti sebuah masalah secara tajam.
RASUL (seringkali digambarkan sebagai Ibu Jari)
Pada umumnya rasul punya kemampuan melihat gambaran besar dan mempelajari peta keseluruhannya. Oleh karena itu hati seorang rasul adalah keseluruhan. Kata kunci mereka adalah strategi, dan detak jantungnya adalah misi. Dia ingin melihat rencana Allah digenapi bagi bangsa-bangsa. Ciri-ciri tersebut membuat rasul kelihatan sangat mirip dengan jenderal dalam sebuah peperangan yang membawa tanggung jawab serta beban utama untuk membawa pasukannya. Kemampuan lain yang biasa dimiliki rasul adalah penemuan yang dapat menciptakan sesuatu “dari yang tidak ada”. Dia seorang yang memiliki talenta sebagai problem-solver dan mengenal keadaan. Pelayanan kerasulan adalah pelayanan yang membangun. Orang-orang yang dikaruniai pelayanan kerasulan dapat melihat hal-hal yang perlu dikerjakan dan mengarahkan orang lain untuk menyelesaikannya secara efektif. Kata “rasul” ditulis 22 kali dalam Perjanjian Baru yang lebih bermakna sebagai bapak rohani (spiritual father) yang memperhatikan tanggung jawab terakhir.
PENGAJAR (seringkali digambarkan sebagai Jari Kelingking)
Hati seorang pengajar adalah kebenaran. Guru sangat tertarik kepada hal kualitas dalam detail-detail lebih daripada gambaran besarnya. Orang-orang yang ada dalam pelayanan pengajaran/guru biasanya mempunyai ciri senang menemukan sesuatu, masuk di dalam kegiatan riset, mencabut keluar fakta-fakta yang tersembunyi, senang mengajar, sangat teratur, menganalisa sesuatu dan mempunyai sense yang terbaik terhadap kata. Mimpi hidupnya adalah merindukan generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik dari generasi hari ini. Dia butuh mengenal segala sesuatu secara tepat. Dia sering disebut juga manusia catatan kaki (footnote person) yang memiliki gairah untuk mengajar dengan kemampuannya melengkapi orang percaya untuk mengajar yang lain juga. Fungsi pelayanan pengajaran adalah mengembangkan hikmat dan pengetahuan akan Allah dalam jemaat serta menjaga jemaat supaya tidak diombang-ambingkan berbagai macam angin pengajaran.
PENGINJIL (seringkali digambarkan sebagai Jari Tengah)
Yuangelitso = menginjili
Keruso = memproklamasikan
Pelayanan jawatan penginjilan memiliki tujuan dan gairah agar orang-orang menemukan Yesus. Pelayanan tersebut memperkenalkan sebuah “fokus keluar” yang sehat kepada gereja dan terlibat di dalam memuridkan orang-orang percaya yang baru masuk kepada kematangan dan memenuhi orang-orang itu dengan berita baik. Secara Alkitabiah penginjil tidak memimpin kepada perluasan gereja tetapi berpartnership dengan pelayanan kenabian dan kerasulan yang membawa tanggung jawab utama meletakkan dasar bagi gereja.
Hati seorang penginjil adalah penuaian. Dia dikaruniai kemampuan untuk pergi dan menembus daerah-daerah baru serta memenangkan jiwa-jiwa. (JONATHAN PATTIASINA)







