FEEL HIS PRESENCE EVERYDAY AND REFLECTING HIS GLORY THROUGH US

Menikmati HadiratNya setiap saat dan memancarkan KemuliaanNya melalui Hidup kita

Kamis, 17 April 2008

PELAYANAN 5 JAWATAN


Efesus 4:11-16 menyatakan bahwa Kristus telah naik ke Sorga dan kebangkitan-Nya telah mengaruniakan kepada gereja-Nya karunia pelayanan jawatan: yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar.
Tidak ada satu ayatpun dalam Firman Tuhan yang mengindikasikan bahwa ada salah satu atau lebih dari pelayanan lima jawatan tersebut yang ditarik, dibebastugaskan atau disingkirkan dari pelayanan mereka kepada gereja Tuhan. Hal ini disebabkan oleh karena pelayanan lima jawatan merupakan wakil, manifestasi dan wujud pelayanan Kristus sendiri yang terus akan berlanjut sampai setiap anggota Tubuh Kristus menjadi dewasa penuh. Karena keberadaan pelayanan lima jawatan akan melengkapi seluruh anggota Tubuh Kristus dalam pelayanan mereka supaya seluruh Tubuh dibangun dan dimatangkan, mencapai kesatuan iman, menerima pengetahuan yang benar tentang Anak Allah serta mengalami kepenuhan Kristus.
Kelima pelayanan jawatan tersebut seharusnyalah berfungsi secara penuh dan sama (fully and equally) di dalam gereja Tuhan. Tanpa kelima pelayanan jawatan maka gereja tidak mungkin mencapai kesempurnaan dan kedewasaannya.

Karunia pelayanan lima jawatan seharusnya tidak lagi menjadi sebuah saluran distribusi sumber-sumber bagi anggotanya melainkan melengkapi dan memberdayakan anggotanya untuk menjadi sumber-sumber. Panggilan Alkitabiah seorang rasul, nabi, gembala, guru atau penginjil semestinya tidak untuk merampas seluruh pelayanan tetapi untuk melatih dan melengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan. Buah yang benar bagi seorang penginjil bukan saja petobat-petobat baru tetapi seharusnya menghasilkan penginjil-penginjil yang lain.
Sebenarnya pelayanan lima jawatan adalah trainer-trainer bukan demonstrator-demonstrator tetapi kenyataannya rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, guru-guru dan gembala-gembala hari ini bergerak sangat cepat, terus menerus bekerja melampaui batas dan di bawah tekanan, diperbudak jadwal serta sulit didekati maupun mendekati yang lain. Mereka cenderung mengajar daripada melatih bagaimana untuk mengajar, cenderung hanya menginjil daripada melengkapi orang-orang untuk menjadi penginjil kemudian pergi tanpa meninggalkan dan menghasilkan murid-murid di belakang mereka. Inilah yang membuat proses multiplikasi pelayanan lima jawatan menjadi terkendala.

Akibat yang lainnya adalah menciptakan kasta imam dan kaum awam yang pada akhirnya gagal menyiapkan umat Allah untuk mengerjakan pelayanan mereka.
Gereja Tuhan perlu mengenali dan membangkitkan pelayanan kerasulan yang memberikan kestabilan dan keseimbangan, pelayanan kenabian yang memberikan visi dan pewahyuan dari Allah, pelayan penginjilan yang membawa orang-orang menemukan Yesus, Pelayan penggembalaan yang peduli kepada hubungan-hubungan dan pertumbuhan ke dalam serta pelayanan pengajaran yang memaparkan detail-detail kebenaran.

Selama lima dekade terakhir ini Roh Kudus sedang menetapkan dan memulihkan kembali secara berturut-turut kelima pelayanan jawatan. Pelayanan jawatan penginjilan mulai dipulihkan dan ditetapkan kembali pada dekade 1950-an. Kemudian jawatan gembala pada tahun 1960, lalu tahun 1970-an untuk pelayanan jawatan pengajar, yang keempat pelayanan jawatan nabi yaitu di tahun 1980-an dan yang terakhir jawatan kerasulan pada dekade 1990-an.
Sewajarnyalah gereja Tuhan hari ini membuka diri untuk menerima dan mengalami pekerjaan Roh Allah tersebut untuk membawa gereja-Nya kepada kedewasaan penuh (fullness of Christ). Untuk maksud itulah pada masa sekarang ini pengenalan, pendalaman dan pelatihan lima jawatan dilakukan.

CIRI-CIRI KARUNIA PELAYANAN LIMA JAWATAN

GEMBALA (seringkali digambarkan sebagai Jari Manis)
Seorang gembala adalah seseorang yang mencintai dan menciptakan atmosfir kekeluargaan. Bagi dia persekutuan adalah hal yang sangat penting. Itulah yang menyebabkan dia sangat tertarik kepada keadaan rohani domba-domba. Gembala cenderung tertarik untuk setiap detail keadaan dombanya sehingga cenderung kehilangan gambaran besarnya. Hal ini disebabkan dia “hilang” dalam persekutuan dan hubungan-hubungan (lost in the relationship). Motto dari gembala: persekutuan adalah segalanya. Gembala berfokus pada hubungannya dengan Allah dan memenangkan hubungan-hubungan dengan sesama serta menolong yang lain untuk berfungsi dalam hubungan-hubungan tersebut. Biasanya dia suka mengkonseling orang-orang, mendengarkan dengan baik, berempati kepada orang-orang yang terluka serta bersama orang-orang ketika mereka ada dalam masalah. Hati seorang gembala adalah menolong orang lain.

NABI (seringkali digambarkan sebagai Jari Telunjuk)
Nabi adalah orang yang masuk kepada tahta Allah, mendengar suara Allah dan melihat visi-visi. Daripada tertarik dengan orang-orang maka nabi lebih tertarik kepada suara Allah untuk situasi-situasi tertentu. Seringkali seorang nabi memiliki kepribadian yang rumit dan tidak teratur (disorganized). Kepribadian seorang nabi berlandaskan kepada kreatifitas, sensitif kepada harmonisasi dan ketepatan waktu. Nabi akan sungguh-sungguh bertanya mencari dan menyelidiki segala sesuatu dari pandangan Allah. Motto nabi dalam pelayanannya adalah visi. Biasanya pelayanan kenabian selalu memberikan inspirasi kepada orang lain yang sangat kreatif. Dia mempunyai kemampuan unik untuk melihat dan mendengar wahyu-wahyu supranatural yang biasanya orang-orang lain tidak lihat dan dengar. Wahyu-wahyu supranatural itu memang perlu melalui sebuah proses penafsiran dan penerangan-penerangan yang sehat termasuk aplikasi-aplikasinya di dalam gereja. Seringkali dia menemukan dirinya berbeda dengan sekelilingnya, sangat menentang kondisi statis, dan melihat inti sebuah masalah secara tajam.

RASUL (seringkali digambarkan sebagai Ibu Jari)
Pada umumnya rasul punya kemampuan melihat gambaran besar dan mempelajari peta keseluruhannya. Oleh karena itu hati seorang rasul adalah keseluruhan. Kata kunci mereka adalah strategi, dan detak jantungnya adalah misi. Dia ingin melihat rencana Allah digenapi bagi bangsa-bangsa. Ciri-ciri tersebut membuat rasul kelihatan sangat mirip dengan jenderal dalam sebuah peperangan yang membawa tanggung jawab serta beban utama untuk membawa pasukannya. Kemampuan lain yang biasa dimiliki rasul adalah penemuan yang dapat menciptakan sesuatu “dari yang tidak ada”. Dia seorang yang memiliki talenta sebagai problem-solver dan mengenal keadaan. Pelayanan kerasulan adalah pelayanan yang membangun. Orang-orang yang dikaruniai pelayanan kerasulan dapat melihat hal-hal yang perlu dikerjakan dan mengarahkan orang lain untuk menyelesaikannya secara efektif. Kata “rasul” ditulis 22 kali dalam Perjanjian Baru yang lebih bermakna sebagai bapak rohani (spiritual father) yang memperhatikan tanggung jawab terakhir.

PENGAJAR (seringkali digambarkan sebagai Jari Kelingking)
Hati seorang pengajar adalah kebenaran. Guru sangat tertarik kepada hal kualitas dalam detail-detail lebih daripada gambaran besarnya. Orang-orang yang ada dalam pelayanan pengajaran/guru biasanya mempunyai ciri senang menemukan sesuatu, masuk di dalam kegiatan riset, mencabut keluar fakta-fakta yang tersembunyi, senang mengajar, sangat teratur, menganalisa sesuatu dan mempunyai sense yang terbaik terhadap kata. Mimpi hidupnya adalah merindukan generasi yang akan datang menjadi generasi yang lebih baik dari generasi hari ini. Dia butuh mengenal segala sesuatu secara tepat. Dia sering disebut juga manusia catatan kaki (footnote person) yang memiliki gairah untuk mengajar dengan kemampuannya melengkapi orang percaya untuk mengajar yang lain juga. Fungsi pelayanan pengajaran adalah mengembangkan hikmat dan pengetahuan akan Allah dalam jemaat serta menjaga jemaat supaya tidak diombang-ambingkan berbagai macam angin pengajaran.

PENGINJIL (seringkali digambarkan sebagai Jari Tengah)
Yuangelitso = menginjili
Keruso = memproklamasikan
Pelayanan jawatan penginjilan memiliki tujuan dan gairah agar orang-orang menemukan Yesus. Pelayanan tersebut memperkenalkan sebuah “fokus keluar” yang sehat kepada gereja dan terlibat di dalam memuridkan orang-orang percaya yang baru masuk kepada kematangan dan memenuhi orang-orang itu dengan berita baik. Secara Alkitabiah penginjil tidak memimpin kepada perluasan gereja tetapi berpartnership dengan pelayanan kenabian dan kerasulan yang membawa tanggung jawab utama meletakkan dasar bagi gereja.
Hati seorang penginjil adalah penuaian. Dia dikaruniai kemampuan untuk pergi dan menembus daerah-daerah baru serta memenangkan jiwa-jiwa. (JONATHAN PATTIASINA)

PEMBAPAAN GENERASI


Saat sekarang gereja sedang diperhadapkan dengan perubahan besar-besaran di mana gereja perlu mempersiapkan diri. Tapi lebih dari pada itu gereja perlu dipersiapkan untuk menerima pergerakan Allah yang terbesar di akhir jaman ini serta dipersiapkan untuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Ayat-ayat yang diambil di atas adalah ayat-ayat yang penting, penting karena Firman tersebut adalah perkataan terakhir Tuhan sebelum Tuhan berdiam diri selama 400 tahun, dan juga merupakan perkataan pertama pada saat Tuhan mulai berbicara lagi dengan umatNya.

Apa yang terjadi disetiap generasi?

Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat memperhatikan generasi artinya satu generasi sangat penting bagi Tuhan untuk menyelesaikan kehendak Tuhan pada generasi tersebut. Dalam Maleakhi 4:5,6 menunjukkan bagaimana perhatian Tuhan pada satu generasi sangat mendalam. Dalam setiap generasi selalu ada dua pihak menjadi fokus perhatian yaitu Bapak dan anak.
Ada satu hal yang kita perlu pahami yang sangat dimengerti oleh kedua kerajaan yang sedang bertentangan sekarang ini. Bahwa kalau dalam suatu generasi terjadi hubungan yang putus antara ayah dan anak maka kerajaan kegelapan akan merebut semua generasi berikutnya. Jadi serangan kerajaan kegelapan terhadap hubungan ayah dan anak akan sangat beralasan sekali; bukan kebetulan kalau sekarang ini bangkit suatu generasi yang tanpa ayah. Serangan terhadap satu generasi adalah hal yang nyata, untuk itu kita harus bersiap.

Persiapan Kerajaan Terang

Tuhan kita adalah Tuhan yang punya rencana yang jelas dan terfokus. Sekalipun ancaman kerajaan kegelapan untuk merebut generasi muda sangat kuat namun Tuhan telah mempersiapkan semuanya untuk anak-anakNya (gereja) untuk bertindak sebagai pelaksana kehendak Tuhan dalam menyelesaikan masalah dunia ini.
Sebuah nubuatan yang menunjuk pada munculnya sebuah pelayanan yang disebut "persiapan jalan". Persiapan jalan bagi siapa? Tentu bagi Tuhan. Dan juga tidak kalah pentingnya adalah persiapan suatu umat yang layak bagi Tuhan. Dalam ayat tersebut ada satu pribadi yang disodorkan dan nama pribadi ini sangat berpengaruh karena menyangkut suatu prinsip pelayanan yakni prinsip pembapakan generasi.
Pribadi tersebut adalah ELIA. Kata Elia berasal dari bahasa Ibrani Eliyahu yang artinya TUHAN (Jehovah=nama Ikatan Perjanjian)adalah BAPA KU.
Dengan lain kata pelayanan yang sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan adalah pelayanan pembapakan. Dan Tugas dari Elia sangat jelas yaitu membuat hati bapak-bapak kembali kepada anak-anaknya dan sebaliknya.
Jadi dapatlah dikatakan bahwa pelayanan pembapakan generasi adalah pelayanan pembuka jalan untuk umat Tuhan mencapai pemulihan yang seutuhnya. Sehingga tiap generasi dapat lagi menyelesaikan kehendak Tuhan dalam generasi mereka.
Siapakah yang harus menyatakan Bapa?

Pertanyaan ini sangat penting karena di sinilah letak masalah terbesar dari gereja masa kini yang begitu sibuk mencetak pemimpin tapi tidak membesarkan bapak-bapak rohani yang akan menjadi kekuatan dalam setiap generasi.
Kita perlu memahami bahwa teriakan semua orang dalam generasi ini adalah sama persis yang diteriakkan oleh Filipus ketika dia berkata “Tunjukkanlah Bapa itu bagi kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh 14:8).
Dalam Yohanes 1:18 dikatakan
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.
Itu berarti Yesuslah yang pertama-tama menyatakan Bapa. Tapi yang jadi masalah sekarang adalah Yesus Kristus telah berdiam dalam kita gerejaNya. Itu berarti tanggung jawab untuk menyatakan Bapa bagi dunia ada dalam pundak gereja. Ya ada pada pundak kita.

Keadaan generasi kita
Menjadi bapak pada saat sekarang bukan cuma menantang tapi sangat penting dan sangat dibutuhkan . Mari kita lihat beberapa temuan yang didokumentasi dengan rapi. (dikutip dari buku Father’s Connection by Josh MC Dowel).

· Dr. Loren Moshen dari National Institue Of Mental health, menganalisa figure sensus AS dan menemukan bahwa ketidakhadiran ayah merupakan faktor utama yang lebih kuat dari kemiskinan yang menyebabkan anak-anak dibawah umur melanggar hukum (memberontak).

· Suatu kelompok peneliti tingkah laku dari Yale University mempelajari pelanggaran hukum di 48 kebudayaan di seluruh dunia menemukan bahwa tingkat kejahatan yang tinggi terjadi di antara orang dewasa yang pada masa kecil mereka telah dibesarkan oleh wanita saja.

· Dr. Marthin Deutsch menemukan bahwa kehadiran dan percakapan dengan ayah secara khusus pada saat makan malam, telah merangsang seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah.

· Suatu study yang dilakukan oleh 1.337 dokter kesehatan yang tamat dari Universitas John Hopkins antara tahun 1948 dan 1964 menemukan; bahwa ketidakdekatan dengan orang tua secara khusus dengan ayah adalah faktor umum bagi penyakit darah tinggi, jantung koroner, tumor ganas, penyakit mental dan bunuh diri.

· Suatu study terhadap 39 gadis remaja yang menderita anorexis nervosa ketidakteraturan makan; menunjukkan bahwa 36 orang dari mereka memiliki persamaan sebab: hubungan yang tidak dekat dengan ayah mereka.

· Peneliti dari Universitas John Hopkins menemukan bahwa gadis remaja berkulit putih yang hidup dalam keluarga tanpa ayah …60% cenderung untuk melakukan hubungan sex sebelum nikah dibanding dengan mereka yang hidup dengan keluarga yang lengkap.

· Penelitian DR Armand Nicholi menemukan bahwa ketidakhadiran ayah secara emosi maupun fisik mengakibatkan ;
1) Rendahnya motivasi untuk pencapaian.
2) Ketidakmampuan untuk membedakan kenikmatan sesaat dengan upah yang akan datang.
3) Rendah diri
4) Cenderung dipengaruhi oleh kelompok dan pelanggaran hukum anak di bawah umur…..terhadap seorang anak

Apa yang harus kita kerjakan ?

Tidak ada pilihan lain kita harus menyatakan Bapa terlebih dalam hal mengasihi tanpa syarat karena sekarang kita sedang berhadapan dengan generasi yang bermental “Whatever”, di mana kita harus menunjukkan peneriamaan yang tanpa syarat bagi mereka
Perubahan paradigma dari Behave, Believe and then Belong menjadi Belong, Believe and then Behave.
Kita perlu membapaki generasi kita dengan Teladan
1. Fleksibel
2. Dapat diandalkan
3. Dapat dipercaya
4. Lemah lembut
5. Rendah hati
6. Tidak mementingkan diri sendiri

Langkah praktis apa yang dapat kita kerjakan untuk menyatakan Bapa pada dunia?
Karena pelayanan ini betul-betul menentukan sebagai persiapan jalan untuk menjadi suatu umat yang layak bagi Tuhan maka marilah kita akan lihat ciri-ciri dari pelayanan mempersiapkan jalan ini.
1. Menyatakan Pertobatan
Dengan mengkhotbahkan pertobatan kita memanggil orang untuk mempraktekkan perubahan pola hidup atau pembaharuan pola hidup. Kita tidak hanya puas dengan response emosional di altar, kita minta perputaran 180 derajat dalam tingkah laku, dan transformasi pikiran, sebuah perubahan dari dalam keluar. Pertobatan adalah titik awal sebuah pemulihan untuk perubahan disegala bidang.
2. Menunjuk pada Yesus.
Dalam diri Yesus akan tampak dua kubu dalam satu pribadi. Bapak dan Anak.
Yohanes 14:8
3. Merupakan Teladan (Role Model)
Man of Passion: memperhatikan hal-hal penting secara mendalam seperti kebenaran,keadilan, orang miskin dst.
Practical man, Humble man, Brutally honest. (JONATHAN PATTIASINA)

KEKRISTENAN YANG SEIMBANG


“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.” Filipi 1: 21-24Kita perlu hidup seimbang. Jangan sampai kita menjadi orang Kristen yang sok rohani dan agamawi (over spiritual) sampai menjadi aneh (spooky). Kehidupan Kristen kita perlu seimbang seperi yang Rasul Paulus katakan di dalam kitab Filipi ayat yang pertama. Bagaimanakan kehidupan Kristen yang seimbang itu? Dan apakah keseimbang itu?1. Keseimbangan dalam keKristenan adalah kehidupan yang proposional.Kita jangan salah, proposional dan seimbang bukan berarti kita hidup dalam kesuaman. Keseimbangan bukan berarti hidup 50% untuk Tuhan, 50% untuk dunia. Apapun yang kita lakukan kita perlu perbuat itu dalam Kristus, 100%.“Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (Filipi 1: 27)Biarlah ada keseimbangan antara otoritas dan karakter di dalam hidup kita!“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1 Yohanes 3: 16)Semua kita yang telah menerima keselamatan melalui Yesus Kristus dengan cuma-cuma, hendaklah kita juga gampang memberi pengampunan kepada sesama kita. Kehidpan yang proposional, seimbang!2. Keseimbangan itu adalah hasil dari orang yang menangkap dan mengerti akan waktu Tuhan.“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1)Janganlah terlalu gampang untuk menghakimi orang lain ataupun diri sendiri. Jikalau ada sakit penyakit misalnya, jangan langsung pikir itu dosa. Jikalau ada dalam kekusahan, itu bisa saja rencana Tuhan. Jangan selalu menganggap penderitaan itu dosa. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (Filipi 1: 29)Kehidupan yang seimbang itu adalah kehidupan orang yang tahu akan waktu Tuhan.“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11)3. Kehidupan salib adalah kehidupan yang seimbang.Salib Kristus adalah contoh kehidupan yang seimbang. Yesus menunjukkan kasih horizontal dan vertikal di atas kayu salib. Kita juga perlu hidup seperti Kristus, mengasihi Tuhan dan juga sesama kita.“Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22: 37-39) - (JONATHAN PATTIASINA)

PARAMETER KESUKSESAN


Sukses, merupakan sebuah kata yang selalu diinginkan dan didambakan setiap orang. Tetapi sayangnya banyak orang hanya berpikir bahwa kesuksesan menunjuk kepada seberapa banyak uang yang kita punya, seberapa banyak rumah, mobil, pabrik yang kita miliki. Kalau kesuksesan hanyalah menunjuk kepada seberapa banyak materi yang kita miliki, berarti sangat banyak orang tidak pernah mencapai kesuksesan, karena orang yang paling mempunyai banyak uang, mobil, rumah, pabrik tentulah hanya beberapa orang yang terkaya di dunia bahkan mungkin cuma 1 orang saja! Dialah yang paling sukses dan yang lainnya pecundang?Kesuksesan bukanlah menunjuk kepada banyaknya materi yang dapat kita miliki. Materi yang kita miliki hanyalah sebagian dari reward yang kita dapatkan akibat dari apa yang kita lakukan. Seorang pelajar / mahasiswa mendapatkan nilai yang baik hanyalah “akibat” dari penguasaan materi pelajaran / mata kuliahnya. Kesuksesan pelajar / mahasiswa sebenarnya terletak dalam penguasaan pelajaran / jurusan yang dia ambil dan penguasaan itu “termanifestasi” melalui karya / ujian yang dihadapinya dan sebagai reward maka dia mendapatkan nilai yang bagus. Demikian juga bagi seorang pengusaha, kesuksesannya “termanifestasi” dalam bentuk kompetensinya di pasar dan mendapatkan respon yang bagus dari konsumen sehingga reward yang dia dapatkan adalah banyaknya keuntungan dan naiknya harga sahamnya di pasar modal. Dan bagi olahragawan sudah pasti kesuksesan itu ditandai dengan reward yang dia dapatkan berupa piala.Sebenarnya kesuksesan menunjuk kepada tercapainya sebuah tujuan, pengembangan kapasitas / potensi, dan kehidupan yang damai. Untuk itu, jika kita ingin mengukur sebuah kesuksesan, perhatikan ke-3 parameter tersebut.

1. Tercapainya sebuah tujuan

Kesuksesan dapat tercapai jika kita mengetahui tujuan kita. Tujuan hidup kita, tujuan kita menempuh studi, tujuan kita bekerja di perusahaan anu, tujuan kita merintis sebuah usaha, tujuan kita berpacaran, tujuan kita menikah, dan banyak lagi. Jika kita sendiri tidak mengetahui tujuan kita, bagaimana mungkin kita menyatakan bahwa kita mencapai kesuksesan? Karena kita sendiri tidak mengetahui apa yang akan dan apa yang sedang kita capai, akibat tidak adanya tujuan. Untuk itu ambilah waktu tenang, renungkan arti kehidupan kita. Rencanakan dan tetapkan tujuan hidup kita dengan baik. Jika kita mengutip pernyataan hikmat Raja Salomo: “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing”, berarti setiap dari kita ada karena suatu tujuan dan dapat dikatakan bahwa kesuksesan merupakan tergenapinya rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Kita ada bukan karena kebetulan melainkan untuk suatu tujuan. Temukan dan raihlah itu. Tidak ada sukacita yang besar selain merayakan keberhasilan mencapai sebuah tujuan.

2. Pengembangan kapasitas / potensi

Kesuksesan bukanlah diukur berdasarkan perbandingan diri kita dengan orang lain. Tetapi kesuksesan merupakan berhasilnya perubahan diri kita ke arah yang lebih baik, atau dapat dikatakan bahwa kesuksesan merupakan sebuah perjalanan “kesetiaan” kita dalam menerima, mengenali, menggali dan mengembangkan potensi diri. Jika dulu kita adalah seorang pemalas dan sekarang telah menjadi seorang yang rajin, itu adalah sebuah keberhasilan. Jika dulu kita adalah seorang yang tidak mampu berbahasa Inggris dan sekarang fasih berbahasa Inggris, itu adalah sebuah keberhasilan. Jika dulu kita tidak mampu menulis dan sekarang menjadi seorang penulis, itu adalah sebuah keberhasilan. Jika dulu kita adalah seorang yang hanya mampu berbicara didepan 5 orang dan sekarang menjadi seorang trainer, itu adalah sebuah keberhasilan. Jika diri kita berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya, potensi berkembang, itu adalah kesuksesan. Seperti kisah seorang hamba yang dipercaya tuannya untuk memegang dan mengelola talenta tuannya, jika hamba itu berhasil mengembangkan talentanya, maka tuannya akan berkata: “Bagus, engkau pelayan yang baik dan setia. Karena engkau dapat dipercayai dengan yang sedikit, saya akan mempercayakan yang banyak kepadamu. Masuklah dan ikutlah bersenang-senang dengan saya!”. Oleh sebab itu lihatlah diri kita, temukan potensi dan kembangkanlah itu. Dan rayakanlah setiap kesuksesan dari pengembangan kapasitas / potensi diri kita serta mengucap syukurlah.

3. Kehidupan yang damai

Kesuksesan tidak cukup hanya diukur dari “tercapainya sebuah tujuan” dan “pengembangan kapasitas / potensi” karena kesuksesan akan menjadi berarti dan menjadi lengkap jika kita bisa menikmati kehidupan yang penuh dengan kedamaian. Buat apakah kita mencapai segalanya tetapi tidak dapat menikmati kehidupan ini akibat mempunyai banyak musuh dan hilangnya damai sejahtera dalam hidup kita? Berdamai dengan Sang Pencipta, berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keluarga, berdamai dengan sekitar kita, akan membuat kesuksesan menjadi utuh dan lengkap.Mengapa “kehidupan yang damai” merupakan ukuran kesuksesan? Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak pernah diciptakan untuk hidup sendiri melainkan manusia diciptakan untuk hidup bersama. Hubungan yang kita bangun dengan orang lain, sangatlah berpengaruh bahkan menentukan masa depan kita. Bahkan dapat dikatakan bahwa kesuksesan manusia sangatlah dipengaruhi oleh hubungan yang dia bangun dan permasalahan dalam hidup manusia hanyalah “berkutat” seputar hubungan. Oleh sebab itu semakin baik hubungan yang kita bangun dan semakin kita menikmati hubungan yang ada, maka kita akan semakin dapat menikmati kehidupan ini. Dan ada satu kekosongan dalam diri manusia, yang membuat kita selalu merasa “kurang”, “kehausan” yang tidak pernah “terpuaskan”, merasakan ada suatu “misteri”, dan hal itu hanya dapat diisi dan dipuaskan dengan berdamai dengan Tuhan atau membangun hubungan dengan Tuhan. Untuk apakah jika kita dapat meraih segala-galanya tetapi jika kita tidak pernah merasa tenang dalam hidup ini? Merasa kosong dan tidak puas? Milikilah kedamaian dengan Tuhan, diri sendiri dan orang-orang disekeliling kita. Kesuksesan terjadi jika kita berhasil membangun hubungan.Dan sebagai seorang pemimpin berarti kesuksesan kita dalam memimpin adalah jika kita mampu “menciptakan kedamaian” dengan jalan memenangkan hati orang yang kita pimpin serta membuat mereka sebagai satu kesatuan tim yang solid – dapat bekerjasama dengan baik, dan “memaksimalkan potensi” segala sumber daya yang ada dan orang yang kita pimpin sampai mereka dapat muncul sebagai next leader, serta menggerakkan semua orang untuk bersama-sama “menggenapi tujuan” yang ada. (ANGGA PRASETYA)

KEKRISTENAN ADALAH KEHIDUPAN BUKAN BENTUK


"… sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun …" Ulangan 4:15-16
Peringatan Tuhan dalam Perjanjian Lama kepada bangsa Israel tersebut ternyata tidak ditaati. Mereka malah membuat patung anak lembu emas di Horeb. Mereka menukar kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.
Seperti bangsa Israel maka sebagian dari kita sering membangun rasa aman kita dengan menyembah sebuah bentuk yang dapat kita lihat dan sentuh. Ketakutan dan ketidakamanan kita seringkali mendorong untuk membuat "patung lembu emas" kita sendiri. Jika kita takut menjadi miskin maka "uang" akan menjadi "patung emas" yang kita sembah. Jika kita takut gagal maka "sukses"lah yang akan menjadi berhala kita. Atau jika kita takut sendirian maka sebuah "hubungan" akan kita jadikan patung tuangan kita.Pada dasarnya manusia terlalu mudah diperhamba oleh bentuk-bentuk. Konflik, peperangan dan pertumpahan darah sepanjang sejarah antara orang Kristen dan penyembah berhala, orang-orang Muslim dengan Yahudi, orang Katolik dan Protestan telah menunjukkan bahwa kita sesungguhnya telah membuat patung emas dari "agama" dan "denominasi" kita.
Yesus tidak secara sungguh dipengaruhi oleh bentuk fisik sama sekali (bahkan tubuh-Nya secara fisik).Dia terus bergerak dalam pekerjaan mujizat sementara orang memperingatkan Dia: "Tetapi, Guru, dia berbau busuk!", saat Dia mulai membangunkan Lazarus yang sudah 4 hari mati. Yesus mengetahui bahwa semua bentuk itu sementara dan relatif. Seperti nats berikut mengatakan : "Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air" (Mazmur 114:7-8). Ketika dikatakan kalau keluarga-Nya mencari Dia, Yesus mengatakan bahwa keluarga-Nya bukanlah yang lahir dari darah, tetapi dari pilihan."Keluarga-Ku adalah mereka yang melakukan kehendak Tuhan" (Matius 12:46- 50). Tuhan itu tidak terikat pada bentuk.
Setelah Saul membuktikan kalau dia tidak dapat memimpin maka Tuhan kemudian mencari pria lain yang bernama Daud dan menyiapkan dia untuk jadi raja. Tuhan mengubah bentuk yang satu kepada bentuk yang baru … seorang pemimpin yang lebih bertanggung jawab, yang tidak akan memerintah dengan cara yang kuno dan mendominasi (1 Samuel 15:17-28).
"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus" (Galatia 3:28). Bahkan alasan dan dasar dari hubungan-hubungan pun adalah Kristus, bukan bentuk-bentuk. Warna kulit dan latar belakang sosial adalah bentuk yang sementara. Bentuk membatasi kita. Bentuk adalah sementara. Hanya Allah yang kekal.
- CORNELIUS WING -

GIVE YOUR BEST


Karena iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan, maka tentunya ketiadaan hati memberi yang radikal dalam kehidupan gereja Tuhan, dikarenakan kurangnya perenungan tentang kebenaran memberi. Bahkan yang sering terjadi adalah justru maraknya "roh mencari untung" dalam menjalankan kekristenan yang ditandai dengan mental menerima lebih daripada memberi. Motivasi ibadah kepada Tuhan menjadi pengejaran berkat daripada rasa cinta kepadaNya sebagai dorongan utama… Sang Sumber berkat menjadi tidak lebih penting daripada berkatnya... lebih memandang "tanganNya" daripada "wajahNya". Bahkan pelayanan tidak lagi memiliki nilai pengorbanan, pengabdian dan perjuangan.
Namun sebaliknya gereja mula-mula di Alkitab bahkan menjadikan memberi sebagai tanda utama dan gaya hidup kekristenan yang normal. Komitmen mereka adalah memberi sebatas nyawa sehingga memberikan harta milik mereka untuk dibagi-bagikan kepada semua orang bukanlah persoalan. Sejak awal mereka telah mengalahkan roh materialistis sehingga pergerakan selanjutnya tidak terkendala oleh semangat rakus harta dan kemaruk kekayaan yang sudah pasti akan mengganjal misi Kerajaan.
Berikut ini adalah beberapa nilai-nilai dan prinsip-prinsip memberi yang perlu direnungkan:
Memberi adalah salah satu tanda utama kekristenan
Injil menulis "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini maka Dia memberikan AnakNya yang tunggal." Jadi tanda kasih adalah memberi. Bisa saja memberi tanpa mengasihi, misal: memberi tukang ngamen atau peminta-minta di jalan tidak perlu sambil berucap: "I love you." Kasih-lah yang menggerakkan pemberian, tanpa itu maka hanyalah kegiatan sosial belaka. Memberi tanpa mengasihi sama sekali tidak ada faedahnya (1 Korintus 13:3). Kita diampuni karena Allah memberi... kalau Allah tidak memiliki hati dan gairah memberi maka kita tidak pernah mengenal keselamatan...
Memberi adalah kunci kebahagiaan makarios (Kisah 20:35).
Bahagia makarios adalah bahagia yang benar-benar berasal dari dalam diri kita, bukan bahagia yang sekadar dipicu dan dipengaruhi oleh hal-hal yang berasal dari luar diri kita seperti kekayaan, keinginan mata, dan lain-lain. Alkitab juga berkata... "dari dalammu akan mengalir aliran-aliran air hidup".
Bahagia buat dunia berarti menerima dan menerima lebih banyak lagi. Mereka selalu bertanya apa dan apa lagi yang dapat saya terima. Kekristenan mestinya tidak terobsesi pertanyaan "apa" tetapi "mengapa". Mengapa saya punya rumah, mengapa saya punya isteri, mengapa saya punya uang… maka kita bisa mengerti visi dan maksud dari setiap anugerah yang Tuhan beri… apa hubungan yang saya miliki dengan perluasan misi Kerajaan, maka kemudian kita akan lebih mudah lagi melepaskan semua yang kita miliki. Itulah salah satu kunci hati memberi. Paradigma yang benar akan hasilkan perilaku yang benar pula. Misal: Saya punya isteri dari Tuhan dengan maksud supaya saya bersinergi dengannya untuk melayani orang-orang dan pekerjaan Tuhan lebih tajam dan kuat lagi... saya punya rumah yang luas supaya saya bisa memberi tumpangan kepada orang-orang yang Tuhan kirim kepada saya... dan sebagainya.
Setelah Musa "bertapa" 40 hari 40 malam, bangsa Israel mungkin berpikir Musa akan turun gunung dengan membawa berita spektakuler, pewahyuan yang fantastis, dan kotbah sakti yang membuat orang terkapar...ee... kenyataannya dia membawa perintah tentang persembahan! Dengan seluruh pemberian dari bangsa Israel yang dikumpulkan itu nanti akan dibuatlah tabut tempat kediaman Tuhan!
Memberi adalah pintu kepada pewahyuan "Jehova Jireh"
Nama Jehova Jireh baru dikenal sehabis peristiwa pemberian besar dari Abraham kepada Tuhan yaitu Abraham memberikan Ishak anaknya. Tidak ada pewahyuan dan pengalaman Jehova Jireh yang sejati dalam hidup kita tanpa hati memberi yang radikal. Memberilah sampai "terasa"… Dalam 2 Samuel 24:24 diceritakan bahwa Daud tidak mau mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan dengan tidak membayar apa- apa tetapi dengan membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu milik Arauna sehingga Tuhan mengabulkan doanya dan menghentikan tulah atas Israel (2 Samuel 24:25). Pemberian yang "terasa" karena pengorbanan. Berilah maka kamu akan diberi! Raihlah dan hayatilah pengalaman dan pewahyuan Jehova Jireh!
Dalam Injil diceritakan kisah perumpamaan tentang orang farisi dan perempuan miskin yang sedang sama-sama memberi persembahan. Meski "si orang saleh" memberi lebih banyak tetapi si janda miskin lebih berkenan pemberiannya karena memberi dari kekurangan... itu pemberian yang "terasa"... nominal lebih kecil tapi pengorbanan lebih besar! Mestinya seluruh umat Tuhan memiliki prinsip: Not equal giving but equal sacrifice! (tidak sama dalam pemberian tapi sama dalam pengorbanan) FROM : www.corneliuswing.com

NEW CHRISTIANITY



From meeting centered to life centered.
From upward growth to outward growth.
From super organization to simple organism (the opposite of hierarchy/pyramid is anarchy).
From bringing people to church to bringing church to people.
From social respectability to salt and light (they turned the world upside down).
From tenth to total in New Testament giving.
From titles to function.
From Independence to interdependence (from wallwide church to the citywide church ... organizational unity to spiritual unity).
From presbytery without the people to presbytery with the people (Acts 15:22).
From building centered leaders to people centered leaders.
From performance by professionals to "everyone of you"(1 Chor 14:26).
From pastor only to fivefold ministries(all the gifts God gave).
From church houses to house churches.
From self to God.
From inreach to outreach.
From events to relationship.
From ministers to equippers.
From consumers to contributors.
From a church mentality to a kingdom mentality.
From living in the past to enganging with the present.
From market-driven to mission-oriented.
From bureaucratic hierarchies to apostolic networks.
From schooling professionals to mentoring leaders.
From following celebrities to encountering saints.
From dead orthodoxy to living faith.
From attracting a crowd to seeking the lost.
From belonging to believing.
From generic congregations to incarnational communities.
From christianity to Christ (not a philosophy, a movement, or a religion, but JESUS).
From special priesthood to priesthood of all believers (called to sacrifice and intercede).
From worshipping our worship to worshipping Jesus (worship is more than singing song).
From symbolism to substance in the Lord is supper (take it often).
From denomination to spirit-led networks (association of home churches).
From program based church to home based church (liturgical,evangelical,informal).
From the seminary system to the apprentice system.
From selective submission to spiritual recognition (submit to God-ordained authority).
From paper membership to Body membership (we are members of one another).
From the wheel to the vine (releasing teams to plant simple churches in homes).
From organizational unity to spiritual unity (there is only one step to unity).
From "us and them" to "us" (refuse to allow a divisive spirit to enter your fellowship).
From planned church only to spontaneous church also (recognize ecclesia).

(FROM : www.cornelius wing.com)

THE REAL CHRISTIANITY


Kita semua, orang-orang Kristen, seharusnya meyakini bahwa kita adalah instrumen Allah untuk membangun sebuah dunia baru. Yang berbicara di hadapan dunia terhilang bukan saja tentang cara tepat untuk mati tapi juga cara benar untuk hidup.
Bagi kita semestinya gereja bukan berarti bangunan atau serentetan ritual tanpa kuasa tapi lebih menyerupai cara kita mengatur dan membangun kehidupan kita. Itulah gereja yang asli! Memiliki gaya hidup komunal yang mengagumkan. Menjadi sebuah kawanan yang mudah didekati dan menjadi teman yang dapat dipercaya serta pemberi nasehat bagi siapa saja. Akhirnya keindahan hiduplah yang membuat pendatang bergabung.
Kekristenan yang dengan lantang tanpa ragu berkata kepada masyarakatnya: "Kami tidak membicarakan hal-hal yang luar biasa, kami hidup di dalamnya." Hal terpenting yang selalu dibangun dan dijaga adalah usaha-usaha mempertahankan kualitas persekutuan, kasih dan hubungan antara satu sama lain. Itulah salah satu alasan utama kota kita datang kepada Kristus dan diselamatkan. Selamat datang kultur baru di tengah masyarakat yang terluka dan terhilang! "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Yohanes 13:34 (from : www.corneliuswing.com)

THE KINGDOM OF GOD


Jika semua berita Yesus adalah tentang Kerajaan Allah betapa mengenaskan bila ternyata berita kita tentang hal-hal yang lain. Jika berita kita keliru maka influence/pengaruhnya juga keliru.
Kata "kerajaan" mempunyai pengertian "pemerintahan yang berdaulat, otoritas sebagai raja". Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah. Bahkan Dia sendirilah kerajaan (Auto Basileia). Jika Allah memerintah maka segala sesuatunya berubah. Diluar pemerintahan Tuhan berarti kekacauan. Perbuatan-perbuatan kita yang salah disebabkan tidak menerima pemerintahan Allah...tidak menerima pengaturannya dalam hidup kita.
Ungkapan "Bertobatlah Kerajaan Allah sudah dekat" bukan berarti sekedar bertobat dari dosa-dosa moral supaya menjadi saleh dan masuk surga melainkan menyerahkan segenap diri masuk dan menerima pemerintahan Allah. Alasan pertobatan adalah Kerajaan. Kelahiran baru kitapun bertujuan membawa kita masuk ke dalam kerajaanNya (Yoh 3:3). ".....Bagi Dia yang mengasihi kita, dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan....." (Wahyu 1:5-6). Sasaran akhir penebusan adalah menjadikan kita suatu kerajaan. Berita pada awal, sepanjang, sampai akhir pelayananNya, berpusat pada berita Kerajaan (Mat 4:17, Kis 1:3). Berita Yohanes Pembaptis juga berita kerajaan. Bahkan Paulus pun berusaha meyakinkan orang-orang tentang Kerajaan Allah (Kis 19:8). Apa berita kita? Sekedar menciptakan daya tarik pribadi bagi pendengar karena berita yang emosional dan menyentuh kebutuhan ? Dari sudut pandang manusia dengan segala kebutuhannya atau dari sudut pandang Allah? Bertitik awal dari dosa, kegelisahan dan kesedihan manusia atau bertitik tolak kepada berita yang mengembalikan kita kepada pemerintahan kerajaanNya? Kita diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah (Luk 9:2)...bukan yang lain! Yang lain hanyalah tambahannya. Mencari Kerajaan Nya dahulu, baru semuanya ditambahkan kepadamu (Mat 6:33). Solusi Tuhan Yesus bagi kekalutan dan penderitaan masyarakat Yahudi, di bawah penjajahan kekaisaran Romawi pada waktu itu, adalah "Kerajaan Allah sudah dekat." Solusi seluruh problema kehidupan adalah datang kepada Kerajaan Allah. Apa berita kita?

RETHINKING YOUR CHRISTIANITY

terkadang kita harus berhenti dari segala aktifitas agamawi untuk kembali merenungkan apakah yang kita lakukan selama ini bagian dari kekristenan ataukah jangan-jangan hanya kehidupan agamawi saja